Totto-Chan : Gadis Cilik di Jendela
Kemarin sempet ngobrol bareng temen saya, Farhan, yang mengajak untuk membuat review buku yang kita baca. Nah, karena saya lagi menggencarkan #BukaBuku, saya ingin berbagi inspirasi dari buku yang udah saya baca. Check this out!
Totto-Chan adalah buku favorit saya sejauh ini. Pertama kali baca ini gara-gara waktu itu disuruh sama seorang temen, waktu saya baru saja jadi kepala sekolah SKHOLE, dia bilang saya harus jadi kayak Pak Kobayashi.
Siapa Pak Kobayashi? Lalu siapa Totto-Chan?
Buku ini merupakan kisah nyata dari seorang yang bernama Tetsuko Kuroyanagi (saat ini dia merupakan duta UNICEF PBB), yang nama kecilnya adalah Totto-Chan. Totto-Chan kecil terbilang ‘bandel’ oleh guru-guru di sekolahnya, ntah sudah berapa kali gurunya kesal. Momen puncak kekesalan gurunya hingga memutuskan untuk mengeluarkan dia dari sekolah, saat Totto-Chan duduk di samping jendela memanggil-manggil pemain musik jalanan yang kebetulan lewat di depan kelasnya. Sungguh anak yang istimewa sebenarnya, tapi guru-guru di sekolahnya tidak ada yang menyadari ini.
Akhirnya ibunya memutuskan untuk membaca Totto-Chan ke sebuah sekolah bernama Tomo Gakuen. Saat pertama kali di sana Totto-Chan sungguh merasa bahagia, karena dia melihat banyak sekali gerbong-gerbong kereta yang ternyata itu adalah kelasnya nanti. Kemudian dia di sambut baik oleh Pak Kobayashi yang merupakan adalah Kepala Sekolah Tomo Gakuen. Kali pertama bertemu Totto-Chan, Pak Kobayashi mengajak Totto-Chan mengobrol hingga 3 jam, dan dalam 3 jam itu Totto-Chan diperbolehkan berbicara tentang apa saja yang dia inginkan, hingga dia sendiri kehabisan bahan untuk dibicarakan, selesai dari pembicaraan tersebut Totto-Chan benar-benar merasa dihargai dan disayangi oleh Pak Kobayashi, dan sejak saat itu dia jatuh cinta kepada Pak Kobayashi.
Buku ini sungguh menarik, konon katanya di Jepang buku ini menjadi bahan bacaan wajib bagi guru-guru di Jepang. Tentu saja, karena seluruh buku ini berisikan tentang pendidikan bagi anak-anak sekolah dasar dengan bahasan yang menarik. Tetsuko dapat membuat orang yang membaca ini merasa dekat sekali dengan Pak Kobayashi, Totto-Chan sendiri, dan teman-teman Totto-Chan. Di Tomo Gakuen, anak-anak diajarkan melakukan apa saja yang mereka sukai, di pagi hari masuk kelas, mereka diberi selembar catatan berisikan daftar pelajaran dan mereka boleh memilih ingin belajar apa yang pertama kali ingin mereka pelajari. Jadi di dalam kelas tersebut ada anak yang belajar Fisika duluan, atau berhitung duluan, atau sastra.
Karakter Pak Kobayashi yang tampaknya betul-betul membuat saya merasa dia benar-benar nyata adalah bagaimana dia memperlakukan anak-anak didiknya dengan sangat adil. Pernah suatu saat Totto-Chan mengorek-ngorek sebuah lubang kotor karena dompetnya jatuh di sekitar itu, kemudian Pak Kobayashi melihat kejadian itu, dan dia bertanya apa yang sedang di lakukan Totto-Chan, kemudian Totto-Chan menceritakan kejadi dompetnya jatuh di lubang tersebut hingga dia harus mengeluarkan lumpur-lumpur didalamnya. Pak Kobayashi tidak marah dengan apa yang dilakukan Totto-Chan, dia mengatakan,
’kamu anak yang baik bukan Totto-Chan, karena itu setelah dompetmu ketemu, kembali rapihkan lubang yang kamu buku.’
Pak Kobayashi, berhasil membuat anak-anak merasa dihargai layaknya anak-anak, dan dia mengerti benar itu. Kadang sebagai orang dewasa kita menempatkan posisi kita lebih tinggi dibandingkan mereka, mana mungkin anak-anak akan mengerti kita sedangkan mereka tak pernah jadi orang dewasa bukan?
Satu hal yang saya pelajari dari buku ini jangan pernah melabeli anak-anak dengan kata-kata yang tidak baik, apalagi saat kita marah, karena mereka akan tersugesti mereka adalah sama dengan label tersebut. Berbicaralah dengan anak yang baik-baik, karena mereka adalah peniru, jika kita baik maka mereka akan meniru kebaikkan kita. Jangan pernah bilang kepada anak kecil,’mereka nakal’. Karena Pak Kobayashi selalu mengatakan ke murid-muridnya,’kamu anak yang baik bukan?’
Buku ini layak dibaca oleh siapa saja, termasuk kamu yang kelak nantinya akan menjadi guru untuk anak-anakmu sendiri.
Saya kasih nilai 5/5
5 : wajib baca
4 : bagus sekali
3 : menyenangkan
2 : menghibur
1 : cukup menyenangkan